jump to navigation

Ekosistem Estuari Oktober 13, 2006

Posted by hseclubindonesia in Environmental.
trackback

EKOSISTEM ESTUARI

 Oleh. Agung Faiz Darmawan* 

Apabila kita mempunyai rencana untuk menghabiskan waktu liburan dengan berjalan-jalan di tepi pantai, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah hamparan pasir putih yang bersih dan air pantai yang jernih. Sangat jarang diantara kita yang berkeinginan untuk menelusuri tepian pantai yang berair keruh, berlumpur dan bahkan bau. Padahal di daerah seperti inilah ciri khas pantai yang disenangi oleh vegetasi mangrove. Mungkin hal ini yang menjadikan ‘mangrove’ terasa asing di telinga sebagian besar orang. Memang komunitas mangrove bukanlah penghuni pantai murni, harus ada intake air tawar yang biasanya berupa sungai. Jadi lebih tepatnya vegetasi mangrove menghuni daerah muara. 

Mangrove merupakan sekumpulan tumbuhan berkayu maupun berupa semak belukar yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah peralihan antara darat dan laut yang secara periodic masih terkena bahkan tergenangi air pasang. Tumbuhan-tumbuhan mangrove sering dikenal dengan istilah ‘vegetasi mangrove’, sedangkan habitat mangrove lebih dikenal dengan istilah ‘mangal’. Vegatasi mangrove tidak akan kita jumpai di habitat lain, mereka hanya dapat ditemukan di habitatnya, yaitu daerah intertidal atau daerah antara darat dan laut. Hal inilah yang menjadikan mangrove sebagai komunitas yang menarik sebagai objek penelitian. Seorang scientist mangrove bernama Tomlinson membagi komponen penyusun vegetasi mangrove menjadi tida komponen besar, yaitu komponen mayor (major component), komponen minor (minor component), dan komponen asosiasi (Associate component). 

Komponen mayor merupakan komponen penyusun ekosistem mangrove yang keberadaannya melimpah dan mampu membentuk tegakan murni, namun tidak pernah meluas sampai ke dalam komunitas daratan. Ada sekitar tiga puluh spesies dalam sembilan genera dari lima famili yang tercatat sebagai komponen mayor. Sedangkan komponen minor keberadaannya tidak begitu mencolok dan jarang membentuk tegakan murni. Tidak kurang dari dua puluh sepesies dari sebelas genera yang tercatat sebagai komponen minor (Tomlinson, 1994; Hogarth, 1999). Sedangkan komponen asosiasi merupakan komponen yang mampu tumbuh dengan baik di ekosistem mangrove atau keberadaannya selalu mengikuti ekosistem mangrove namun jarang ditemukan.  

Ekosistem mangrove mempunyai fungsi ekologis antara lain sebagai tempat untuk mencari makan (feeding ground) (Nybakken, 1992), bukan hanya untuk biota namun juga untuk manusia. Berbagai invertebrata menggantungkan hidupnya pada produktivitas mangrove baik langsung maupun tidak langsung. Beberapa spesies memakan langsung daun maupun propagul mangrove, sedangkan lainnya mencerna partikel organik halus, baik yang tersuspensi dalam kolom air sebagai “filter feeder” maupun yang telah terendapkan di dasar lumpur  (Noor , et al., 1999). Ada pula spesies predator ataupun pemakan sisa-sisa tumbuhan dan pemangsa hewan lain (Hogarth, 1999). Selain itu ekosistem mangrove juga berperan sebagai tempat pemijahan (spawning ground), tempat pembesaran (nursery ground) bagi berbagai jenis hewan seperti ikan, udang dan kepiting (Nybakken, 1992; Bengen, 1999; Supriharyono, 2000) dan sebagai tempat bersarang (nesting ground) oleh banyak satwa (Komar et al., 1994).

 Keberadaan mangrove di sekitar Mimika sangat besar manfaatnya bagi penduduk setempat. Kayu dari pohon mangrove jenis tertentu mereka gunakan untuk membuat rumah, belum lagi Tambelo yang hidup dalam pohon mangrove yang telah mati, Karaka dan kerang yang hidup di lantai hutan mangrove, ikan dan udang yang lalu lalang mencari makan di sekitar hutan mangrove, dan buah dari beberapa jenis mangrove yang mereka makan. Kehidupan mereka sangat tergantung pada ekosistem mangrove. 

* Scientist, Data Compilation Coastal & Marine, Environmental Department PT Freeport
Indonesia

Komentar»

1. Riyan Hadinafta - November 3, 2006

ya, memang masih belum banyak pihak yang mengetahui dengan jelas bahwa sebenarnya ekosistem mangrove memiliki fungsi dan peranan yang amat besar bagi kehidupan.

ada hal yang menarik yang ingin saya sampaikan bahwa salah satu menfaat dari hutan mangrove yatu mampu mencegah merebaknya wabah malaria. hal tersebut dikarenakan karena mangrove juga memilki manfaat sebagai pengendali pencemaran baik pencemar fisik maupun biologis.

namun, karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat menngenai hal tersebut, masyarakat justru melakukan pembabatan terhadap hutan mangrove tersebut. dengan tujuan untuk mencegah malaria yang mereka pikir akan berkembang di genangan hutan mangrove tersebut.

Hadinafta

2. Ernawati S - Desember 10, 2006

Mangrove merupakan vegetasi pantai tropis yang memiliki peranan ekologis yang sangat penting terhadap ekosistem di wilayah pesisir. Salah satu manfaatnya adalah dapat dijadikan sebagai “Sabuk Hijau” untuk wilayah pesisir yang dapat mencegah dan meredam dinamika perairan yang kuat seperti gempuran gelombang yang besar bahkan tsunami..So, Mari kita bersama-sama mengembangkan gerakan cinta mangrove dan bukan gerakan Menebang Mangrove

Ernawati S/Mahasiswa Ilmu&Teknologi Kelautan IPB Bogor

3. Shelly Tutupoho - Desember 11, 2006

lah…. buat apa ngomong lingkungan?
kalau masih buang sampah sembarangan?
satu fungsi mangrove::menampung sampah yang akan terkirim ke laut!!

4. M. Sulchan - Januari 22, 2007

Yang penting sekarang adalah bagaimana kita memadukan antara faktor lingkungan dengan kebutuhan ekonomi. bagaimana kita bisa memikirkan lingkungan jika untuk makan saja masih susah?
Itu berarti zona mangrove akan tetap tertekan jika ekonomi masyarakat pesisir masih jauh dari kebutuhan hidup minimal. Para nelayan kesulitan untuk mencari ikan karena harga bahan bakar untuk melaut tidak sesuai dengan tangkapan yang didapat, ya salah satu jalan membabat mangrove untuk dijadikan tambak.
Dan akan lebih buruk lagi jika para pejabat dan “wakil rakyat” hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi sesaat dengan dalih meningkatkan PADS tanpa mau memikirkan keberlanjutannya.

5. kiki - Mei 18, 2008

tidak hanya mangrove saja yang diindungi, tetapi juga ekosistem terumbu karang. keduanya mapu menahan arus dan gelombang sehingga pulau-pulau tidak terkikis. kalau keduanya tidak di acuhkan maka berapa pulau lagi yang akan tenggelam? contohnya pulau Ubi di teluk Jakarta

6. Santoso - Juni 2, 2008

Goblok Ahh SMuanya Taaik

Citra - Juni 3, 2011

itulah jwban org yg g berpendidikan.

Bima - November 30, 2011

setuju,,

7. naniek .s - Juni 17, 2008

memang kudu perlu disosialisasikan ke dalam kurikulum sekolah kali ya tentang mangrove ini , sehingga menjadi lebih efektif yang pasti.

8. indra - Juli 23, 2008

banyak manfaat yang didapat dari pulihnya ekosistem magrove di daerah pesisir, khususnya pada lahan lahan pertambakan, lingkungan yang lestari akan tetap lestari tanpa hadirnya pertambakan, namun pertambakan tidak akan lestari tanpa kelestarian lingkungan, artinya lingkungan pesisir tetap ok tanpa tambak namun tambak akan hancur tanpa lingkungan pesisir yang baik. jangan berfikir untuk hari ini saja, berfikirlah kedepan, akan kemana anak cucu kita kalau sumber daya alamnya punah…..

anwar - Maret 19, 2015

tlg juga jelaskan trumbu karang dan padang lamun

9. melki - Januari 11, 2009

boleh ngak dijelaskan tentang biota-biota apa saja yang terdapat disepanjang wilayah estuari, spt mollsca dll??

10. ciwi blogs - Mei 26, 2010

jelasin lebih detil dong,,,
biar wawasan saiia lebih luas…. ^_^

11. Citra - Juni 3, 2011

Biota2 yg ada di perairan estuaria apa..? dan vegetasinya juga..
mohon bantuannya yaa..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: